Saturday, November 28, 2009

Panggilan Haji

Thursday, November 26, 2009

Ikan Di Laut Asam Di Darat

Kalau menyanyi perlahan-lahan

Di bawa angin terdengar jauh

Kalau menyanyi perlahan-lahan

Di bawa angin terdengar jauh

Kalau hati tidak tertahan

Di dalam air badan berpeluh

Kalau hati tidak tertahan

Di dalam air badan berpeluh

Bunga melati di dalam taman

Daun yang hijau banyak yang gugur

Bunga melati di dalam taman

Daun yang hijau banyak yang gugur

Kalau turut makrifat iman

Minyak dan air mungkin bercampur

Kalau turut makrifat iman

Minyak dan air mungkin bercampur

Kalau takut dilambung ombak

Jangan berumah di tepi pantai

Ikan di laut asam di darat

Dalam periuk mungkin mufakat

Dalam periuk mungkin mufakat

Tuesday, November 24, 2009

Angin menderu

dahan jatuh menimpa batu

kuburan 2 X

Murai terkejut berkicau-kicauan

langit mendung diliputi awan

alamat bumi disirami hujan

sayang disayang

Hati ku rindu orang jauh

tak lupa dari kenangan 2 X

Fikiran kusut berisau-risauan

sakit untung ditinggalkan abang

ibarat kapal tidak berhaluan

sayang disayang

PESAN UNTUK KESEKIAN KALI

Benar kita tak berpuas hati
Benar kita bersimpati
Tetapi kita tidak perlu tergeliat lidah menuduh dan memfitnah mereka2 itu memakan elaun buta.
Membelasah mereka dengan tuduhan memakan duit haram
Tuduhan2 itu kita cipta untuk menyedapkan halwa telinga diketika jiwa sedang memberontak.
Dan kita pun tersasul lidah agar KURNIA dibubarkan
Mengimbau sejarah penubuhan KURNIA, bukan sedikit air mata yang tumpah. Bukan secangkir keringat melimpah….. dihina, diperlekeh, diperleceh menjadi suapan mainan kami….
KURNIA TIDAK BERSALAH
KURNIA TIDAK PERLU DIBUBARKAN
Kalau ada pun yang tidak berkenan dihati tolong jangan salahkan KURNIA
Kalau ada pun kita berjauh hati, mengkelan, jangan sampai seluruh kapal kita bakar hangus dengan api…
Kapal itu dibina dengan rendah diri kami
Kapal itu terbuat dari air mata dan titik peluh kami
Kapal itu tempat kami bernaung selama ini
Biarpun pelayarannya lemah dan lambat
Namun kami tetap setia bersamanya
Kami telusuri setiap penjuru anak-anak kapal sedaya upaya kami
Namun congakkan kami tidak akan kemana sekiranya kalian semua pergi…
Kalianlah harapan kami….
Celik mata kalian Kapal itu sudah tersergam indah….
Hadirnya kalian di sini kapal itu sudah lebih 20 tahun berlayar….
Kalau kain layarnya koyak, marilah sama-sama kita jahitkan
Kalau tiang layarnya patah, marilah sama-sama kita cari pengganti
Kalau NAKHODANYA BERSULTAN DI MATA DAN BERAJA DIHATI
MARILAH KITA SAMA-SAMA MENGHUMBANKANNYA KE LAUT DALAM…

TETAPI
Jangan sekali-kali kapal ini dibakar hangus….
Jangan disulam kelembutan jiwa ini dengan tusukan jarum halus beracun….
Masa kalian masih panjang untuk diperjuangkan
Sedetik lagi kami semua akan pergi…
Warisan kapal ini akan kembali juga kepada kalian akhirnya…
Maka terpulanglah untuk kalian mengemudinya…
Namun pesan kami
JANGAN SEKALI-KALI ADA NIAT DI HATI
UNTUK MEMBAKAR KAPAL INI
Nmun kalau yang itu-itu juga kalian mahukan
KAU PIKIRLAHHHH SENDIRIIIII
Aku dah malas nak layan…..

SEDIHNYA MELIHAT PERPECAHAN KAPAL INI…
SEKEPING-SEKEPING PAPANNYA DIROBEK OMBAK GANAS
YANG RAKUS DAN TIDAK SABAR MENANTI…

Jauh Menyendiri….
Di penjuru kapal yang senget sebelah….
Mengharap-harap agar kapal ini tidak dibakar
Atau ditenggelamkan…….

PAKLANG

Wednesday, November 04, 2009

Tinggallah mustika hati
Tinggallah kau bersorang diri
Sungguh berat kumencerai diri
Belum tentu jumpa lagi
Menyahut seruan pertiwi
Membela kedaulatan negeri
Janganlah kau kelak menyesali
Berputus asa dihat

Korus;

Doakan ku pergi
Tiada ku gentar hati
Biar teguh brani dari undur biar mati
Tinggallah intan mustika
Pada bayu ku kirim pesan
Andai kutiada lagi di dunia
Jangan nanti kau kesalkan

DISEBUT JANGAN DIKENANG JANGAN

Sebutir embun menitis
Seribu kuntum mengembang
Sepatah aku berjanji
Kau sebut, kau ulang-ulang

Mencurah hujan membatu
Meresap ditelan bumi
Segala sumpah janjimu
Tak satu yang kau tepati

Tiada tuntutan
Tiada ungkitan
Bagimu tuan
Ku rela dilupakan
Ku diumpat jangan
Dikenang jangan

Korus;

Berlalu kisah di taman
Bak mimpi diganggu siang
Disebut diingat jangan
Tak guna dikenang-kenang


free hit counters