Friday, February 11, 2005

Anakku,
Walid sekali-kali tidak pernah membenci kalian. Walid tidak akan membiarkan kalian kecewa dalam menghadapi masa depan. Masa depan kalian sudah pasti lebih mencabar dengan kos sarahidup yang melambung tinggi. Maka itu Walid bertegas agar kalian berjaya dunia dan akhirat. Walaupun walid garang tapi walid sayang kamu semua. Walid sengaja tidak mahu memanjakan kalian melampau-lampau. Nanti kalian juga yang akan rosak. Mungkin esok atau lusa walid akan mati. Bila mati siapa yang akan ambil peduli pelajaran kalian. Untuk itu buatlah persiapan sebelum kalian mati dalam menyesal. Jangan tangisi lagi segala yang telah berlalu.

Thursday, February 10, 2005

Prasangka

Prasangka apakah yang telah menghitamkan kebahagiaan? Apakah kebahagiaan itu datang dengan lakunan atau sandiwara? Keakuan dari sejarah hitam yang melekat kejab di setiap celah-celah jari kehidupanku ii, telah mengajar aku erti kebahagiaan sebenar. Ia bukan lakunan atau sandiwara seribu satu malam. Ia adalah pengalaman hitam yang tidak mungkin dibasuh atau dibakar bagi menghilangkan jejak dan kesannya. Ia tetap menjadi pendinding pada kekuatan peribadi. Mungkin aku bukan yang terbaik dari segala manusia, namun aku adalah makhluk kejadian yang cukup kemanusiaannya. Dan manusia yang punya kekuatan kemanusiaannya tidak akan sanggup emmbubarkan sebuah kebahagiaan hanya kerana asakan dari gelombang yang tidak setsunamipun. Belajarlah untuk membezakan erti sebuah kebahagiaan lakunan dan sandiwara dari keseronokkan yang sementara.
Kebahagiaanku adalah kebahagiaan anak-anakku. Biar apapun alasan yang anak-anak akan lontarkan kepadaku suatu hari nanti aku akur, aku telah melaksanakan kebahagiaan untuk kalian. Hari ini aku mula cuba mengasingkan diri demi mencari keredhaan Ilahi.
Seandainya satu waktu kalian semua memulaukan dan meminggirkanku, aku tetap mengecapi kebahagiaan dengan hikmah dan nikmah keredhaan Allah.

Monday, February 07, 2005

Pasrah

Sukar benarkah untuk menjadi seorang yang bersyukur. Redha atas segala ketentuan Ilahi. Apa benarkah segala gerak laku, tuturbicara meyanggahi adat atau ibadat. Akur atas kekhilafan peribadi sendiri lantaran keterlanjuran kendiri.
Tutur bicara diri memungkinkan sukar bagi manusia menyerap masuk ke lubuk hati. Fitrah kejadian Ilahi yang menginginkan kepada keluhuran, keakraban dan gela macam kebaikan. Lantas aku bukan seburuk-buruk manusia yang Allah jadikan didunia ini. Kekhilafan, salahlaku dan segala keterlanjuran adalah satu lumrah kemanusiaan.
Betapa dengan rasa rendah hati takzim dan akur atas kekurangan ini kupohonkan keampunan hakiki. Selagi nokhtah terakhir dan loceng amaran terakhir belum melakarkan wangian kemboja, kekhilafan, akan kucuba kurangi.
Entahlah! apa lagi yang ingin kulakukan pada kalian. Kematian bisa saja datang dalam diam. Dan sebenarnya aku sememangnya rindu pada KEMATIAN!
Rindu bertemu ALLAH!
Rindu bertemu ABAH!!!!!!!!!!!!!


free hit counters