Prasangka
Prasangka apakah yang telah menghitamkan kebahagiaan? Apakah kebahagiaan itu datang dengan lakunan atau sandiwara? Keakuan dari sejarah hitam yang melekat kejab di setiap celah-celah jari kehidupanku ii, telah mengajar aku erti kebahagiaan sebenar. Ia bukan lakunan atau sandiwara seribu satu malam. Ia adalah pengalaman hitam yang tidak mungkin dibasuh atau dibakar bagi menghilangkan jejak dan kesannya. Ia tetap menjadi pendinding pada kekuatan peribadi. Mungkin aku bukan yang terbaik dari segala manusia, namun aku adalah makhluk kejadian yang cukup kemanusiaannya. Dan manusia yang punya kekuatan kemanusiaannya tidak akan sanggup emmbubarkan sebuah kebahagiaan hanya kerana asakan dari gelombang yang tidak setsunamipun. Belajarlah untuk membezakan erti sebuah kebahagiaan lakunan dan sandiwara dari keseronokkan yang sementara.
Kebahagiaanku adalah kebahagiaan anak-anakku. Biar apapun alasan yang anak-anak akan lontarkan kepadaku suatu hari nanti aku akur, aku telah melaksanakan kebahagiaan untuk kalian. Hari ini aku mula cuba mengasingkan diri demi mencari keredhaan Ilahi.
Seandainya satu waktu kalian semua memulaukan dan meminggirkanku, aku tetap mengecapi kebahagiaan dengan hikmah dan nikmah keredhaan Allah.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home